Tampilkan postingan dengan label the innerpeace. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the innerpeace. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

kalau diizinkan...aku ingin hidup menyendiri saja. namun, aku bebas datang dan pergi kepadamu. bolehkah?

rasa nyaman itu seperti apa ya?
mungkin ada yg merasa nyaman dengan berbagi... berbagi kebahagiaan ataupun berbagi kesedihan...
mungkin ada yg merasa nyaman dengan selalu bersama ibunya...
mungkin ada yg merasa nyaman dengan menyiram tanamannya...
masih banyak mungkin lainnya... setiap orang memiliki cara untuk membuat dirinya merasa nyaman.

tapi, bagaimana bila rasa nyaman itu tercipta dengan menyendiri?
bagiku sangat nyaman rasanya ketika sendiri. tidak ada yang mengintervensi segala hal yg kulakukan. tak perlu mendengar orang lain "banyak omong", banyak gosip! bebas berekspresi tanpa takut untuk diberi sebuah stigma apapun!

aku sudah sangat terganggu dengan mereka...yg bergerumul dan bergosip. aku lelah mendengarkan semua keinginan mereka, harapan mereka yg menyakitkan aku. mereka memang tidak pernah memberikan "jastifikasi" apapun padaku. tapi, cara pandang mereka terhadap orang lain yg selalu menilai dari sisi negatifnya itu, SANGAT MENGGANGGU!

AKU MARAH! AKU MUAK!

aku akan berusaha mengenali kemarahanku ini. dalam kesendirianku, aku akan berusaha menerima kemarahan ini. aku harap tidak ada yg mengganggu kesendirianku. karena aku berusaha menemukan kedamaian. walaupun aku tak memiliki ide untuk kembali berbesar hati kepada mereka yg suka gosip itu.

kalau diizinkan...aku ingin hidup menyendiri saja. namun, aku bebas datang dan pergi kepadamu. bolehkah?

Selasa, 26 Januari 2010

saling mengikat kebahagiaan,,,

Menyadari bahwa kebahagiaan sebenarnya ada dalam diri kita itu kadang terasa sulit. Apalagi ketika hati kita ini mengeras karena jarang disentuh oleh kedamaian.
Sering kali kita, saya khususnya, berharap disentuh oleh kedamaian yang datangnya dari orang lain. Tanpa mencoba dan berusaha untuk menyentuh hati kita sendiri. Mengenalinya dengan baik, mencari apa yang menjadi keinginannya, dan yang paling penting berusaha memberikan kasih sayang padanya.
Hati ini sudah teramat lama tertidur karena kita mengabaikannya. Padahal hati inilah yang menyimpan kebahagiaan yang sebenarnya.
Sentuhlah kebahagiaan itu. Kebahagiaan yang akan selalu memberikan kita senyuman dan semangat dalam hidup. Hanya kita yang mampu menyentuhnya. Berbeda dengan semangat yang diberikan oleh orang lain, mungkin akan cepat menghilang ketika kita tak mengikatnya dengan semangat yang ada di diri kita.
Rasa sakit apapun akan segera hilang, ketika kita menumbuhkan semangat kebahagiaan ini. Lalu kita bagikan kebahagiaan ini kepada orang2 yang kita sayangi. Ibuku, Adikku,,, akan selalu kuikat dengan semangat kebahagiaan ini. Dan tentunya Ayahku yang telah pergi, namun jiwanya akan selalu ada pada hati kami.

I love you Dad
I love you Mom
I love you Aldy, My Brother

Mari kita saling mengikat kebahagiaan dengan semangat dalam diri. :)

Senin, 25 Januari 2010

Apa itu kesalahan

Sulitnya menerima sesuatu yang menjadi pilihan orang lain bilamana menurut kita pilihan itu adalah sebuah kesalahan. Betapa banyak yang merasa dirinya benar sehingga menurutnya berhak untuk menghakimi sebuah kesalahan. Mengadili dengan caci maki dan mengeraskan hati kepada si pembuat kesalahan.

Kesalahan sepertinya harus mendapatkan sebuah hukuman yang setimpal. Apalagi ketika kesalahan itu justru menyakiti hati kita. Dan pembuat kesalahan tidak berhak untuk berbicara membela diri atas apa yang diperbuatnya.

Apa itu kesalahan? Perlukah diberi pengampunan? Sampai mana kesalahan dapat dimaafkan dan sampai mana kesalahan harus diadili?

Sabtu, 16 Januari 2010

Setahun telah berlalu...

Setahun telah berlalu... Aku kembali ke rumah ini. Tempat di mana aku dan kau pertama kali bertemu.
Apa yang terjadi dengan satu tahun yang lalu? Aku memang masih mengingatnya. Namun, aku tak mengerti dengan diriku saat itu. Hingga aku pun terbuang, terpenjara dalam sebuah hukuman akan kebodohanku.

Dan aku masih tak dapat mengerti tentang itu. Perasaan sakit yang kualami karenamu. Benarkah hanya karenamu? Bukankah kau hanya terdiam. Karena kau tak mengerti tentang keberadaan emosiku saat itu. Lagipula, siapa yang bisa memahami tentang emosi seseorang? Bukankah hanya akan terasa saja? Tidak. Kau berhak untuk merasa bebas dari emosiku itu. Emosi yang sangat menyakitkan dan akan selalu membekas di hatimu.

Apakah aku menyakitimu?
Oh, apakah aku ini bodoh...kenapa juga masih harus bertanya tentang itu. Iya kan? Andai aku bisa menghapus rasa sakitmu.

Tapi, taukah kau? Aku bahagia kembali ke rumah ini. Ya, tempat pertama kali kita bertemu. Merasakan kembali canda-tawa, tangis-haru dan semangat-keberanian yang selalu menjadi ruh kehidupan dalam rumah ini.

Keluargaku...aku kembali...
Terima Kasih untuk menerimaku kembali. Semua kenangan masa lalu yang menyakitkan menjadi indah dalam sebuah perbaikan yang kutemukan dalam diriku. Tentulah...karenamu, kebijaksanaanmu membimbingku kembali kepada kasih sayang dan harapan tentang kehidupan yang lebih baik dan lebih indah.

Setahun telah berlalu...dan kebahagiaan ini kembali terjalin denganmu. ^^

Kamis, 07 Januari 2010

Stagnant

Hmmm... akhirnya saya masuk kerja juga. Setelah dua hari saya bolos kerja, sekarang saya duduk di depan meja kerja dan komputer seperti biasanya. Dan seperti biasanya juga...hampir tak ada yang bisa saya kerjakan di sini.

Ternyata dua hari bolos kerja tak menyebabkan saya kelimpungan karena pekerjaan yang menumpuk. Dan yang terpenting, gk ada yang marahin! huff... bingung antara harus disyukuri atau tidak.

Hari ini saya merasa masih dalam sebuah stagnasi yang entah sampai kapan akan berakhir. Kembali ke kantor, berusaha mengerjakan apa saja yang ada. Namun, pada kenyataannya tak ada yang harus saya kerjakan.

Hingga saya merasa...apakah saya masih memiliki eksistensi di sini. Bagaimanapun saya membutuhkan itu. Dan saya pun pada akhirnya bertanya pada diri sendiri... "apa yang sudah saya lakukan selama ini?"

Senin, 28 Desember 2009

sederhana?

Nampak sulit ternyata untuk berpikir lebih sederhana. Itu menurut saya.
Menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih sederhana tanpa harus berpikiran yang rumit. Mengenyahkan keinginan-keinginan yang hanya mengurangi rasa syukur, menerima keadaan dengan ikhlas dan apa adanya, melihat masa depan yang cerah dengan senyuman, dan beberapa hal lain yang saya pikir tak bisa sesederhana itu untuk dijalani.

Selalu ada rasa lelah dan bosan. Merasa tak ada dinamika dalam cerita hidup saya. Tak ada perubahan atau tak melihat adanya perubahan dalam diri? Entahlah, saya sendiri kurang yakin.

Hmmm... seperti ini, ke mana arah tulisan ini saya buat? aaaaahhh...sudahlah! Jalani hidup apa adanya!

Rabu, 11 November 2009

hanya itu yang kumiliki

Tuhan, ada apa dengan hari ini?Aku bertanya tentang sesuatu yang seharusnya tak kutanyakan.
Sesuatu yang seharusnya kuabaikan

Tuhan, mengapa hatiku ini seakan mengeras?
Hampir tak ada air mata yang meluluhkannya
Dan hampir tak ada tawa yang menghiburnya

Namun kutau Tuhan...
Engkau memberikan sebuah harapan untukku
Memohon kepadaMu...
hanya itu yang kumiliki

Senin, 09 November 2009

searching for the inner peace...

Searching for the inner peace...

Mencari kedamaian dalam diri...

Sudah lebih dari satu minggu aku menyembunyikan diriku dari teman-teman bahkan saudara2ku. Tepat setelah akhirnya aku menyadari bahwa seorang pria yg paling aku sayangi memutuskan hubungan kami berdua. Karena, sebelumnya aku menafikan diriku dari kebenaran bahwa hubungan kami telah putus.

Aku memutuskan untuk menenangkan diri di rumah. Pergi dari dia dan semua teman2 yg berhubungan dengannya. Sebenarnya, aku ingin pergi dari kota ini. Kota Bandung seakan menjadi kota yg sempit karena setiap tempat yg aku kunjungi selalu mengingatkanku tentangnya. Ya, aku pun pergi dari kenyataan.

Aku kira semua ingatan dan kenangan itu akan mudah menghilang dari pikiranku. Dan aku salah karena telah mengira seperti itu. Semua tetap ada dalam pikiranku karena kenangan2 itu pernah ada.

Dan...apa yg sedang kulakukan sekarang?

Aku ingin jujur mengatakan bahwa mencari kedamaian bukanlah bersembunyi di balik semua masalah yang ada.

Aku ingin jujur mengatakan bahwa aku membutuhkan teman2ku untuk berbagi dan bersama menemukan kembali kedamaian dalam diri.

Aku ingin jujur mengatakan bahwa aku menyesal dan meminta maaf karena pernah berkata tidak akan menemui teman2ku lagi.

Dan kini aku pun bersyukur bahwa kenangan itu pernah ada. Pelajaran yang berharga itu pernah menghampiriku. Berpisah dengannya bukanlah akhir dari semua kehidupanku. Namun, aku hanya membutuhkan proses pendewasaan agar terbiasa menghadapi dirinya sebagai teman.

For all my friends... shall we share together again? May I ?


Bandung, 24 November 2008
17:03

About Me

Foto saya
mmm...apa yah... pemalu tp malu2in penyendiri tp suka berteman pendiam tp bawel rada ketus tp penyayang... etc. :)