Senin, 19 September 2011

Hari ini.... Ayahku seorang pemberani yang senang memasak :)

"Hari ini apa yang kamu ingat tentang ayahmu di masa hidupnya?"

        "Ayahku senang memasak. Penciuman dan lidahnya peka pada bumbu masakan. Suatu hari, kali pertama kami sekeluarga mencoba risotto di salah satu restaurant. Besoknya, beliau memasak risotto di rumah dengan rasa yang 90% hampir sama dengan di restaurant yang kami kunjungi sebelumnya. Risotto, martabak telor, nasi goreng, beef teriyaki, ikan bakar dan masih banyak beberapa masakan yang gak tau namanya tapi lezat sering menjadi menu andalan beliau ketika bosan dengan menu sehari-hari.
Bahkan, ibuku pun bisa memasak karena diajarkan beliau lho, xixixi....
Seleranya tinggi dalam menilai masakan. Saat itu, aku masih SD...pertama kalinya aku makan sop buntut yang lezaaaaaaaaaattttttttt banget. Dan itu bukan di dapat dari sebuah restaurant, namun hanya warung sop buntut kecil yang ada di Sumedang sana. Sayang, warung itu tutup karena pemiliknya sudah tua dan tidak diteruskan oleh anak2nya. Tapi, sampai saat ini aku belum menemukan lagi sop buntut yang selezat sop buntut kesukaan ayahku itu.
Beliau juga yang memperkenalkan aku dengan beberapa masakan Eropa, salah satunya Lasagna. Entah dari mana beliau dapat referensi tentang masakan yang saat itu masih belum populer di lingkungan keluarga kami. Tapi sayang, karena saat itu restaurant atau cafe2 berbau pasta masih belum populer di Bandung, cafe lasagna langganan ayahku pun tutup. Katanya sih ada yang bilang, memang si empunya yang seorang wanita itu cuma iseng2 buka cafe karena hobi memasak lasagna untuk suaminya. Hmmm....dan sama seperti pengalaman makan sop buntut kesukaan ayahku, sampai saat ini aku belum menemukan lagi lasagna yang seenak itu.
Padahal, kalau diingat2 dari mana sih Bapa (*panggilanku pd beliau) tau tentang masakan2 Eropa? Karena Bapa dari keluarga petani yang bukan dikategorikan sebagai orang kaya, dan pada saat ia muda itu, hanya orang2 terntentu yang bisa merasakan masakan Eropa.
Dulu, ayahku itu pernah menjadi tahanan politik saat masih mahasiswa alias masuk penjara. Kalau tidak salah Bapa termasuk yang mendemo Soeharto pada tahun 1970-an (aku kurang ingat kapan tepatnya itu,hehe). Yaa...pada ngerti sendirilah ya, jaman Soeharto masih jarang yang namanya Demonstrasi, sampai2 para mahasiswa yang di dalamnya termasuk ayahku itu dianggap sebagai pemberontak. Padahal, mereka 'kan hanya ingin menyampaikan aspirasi. Namun, entahlah mengapa situasi saat itu menempatkan para mahasiswa tersebut harus melakukan sebuah aksi demonstrasi. Aku sendiri kurang paham soal politik. Tapi, aku malah tetap bangga punya Bapa yang ex-tapol. Jaman dulu, demo itu masih jarang...karena takut pada Soeharto. Alhamdulillah...ayahku termasuk yang tidak takut Soeharto saat itu padahal dia PNS! Ya, ayahku kuliah sambil bekerja dan tentunya sambil mendemo Soeharto. Pokoknya ayahku seorang pemberani!xixixi... Eh, balik lagi soal masakan... Nah, di penjara itulah ayahku mengenal yang namanya Spaghetti, Pizza, Lasagna dan lain-lain. Beliau sedikit bercerita, saat itu salah satu teman seperjuangannya sering dibawakan masakan2 Eropa oleh orang tuanya. Aku lupa nama teman ayahku itu, yang pasti walaupun ia seorang anak dari kalangan atas namun pribadinya humble dan dermawan, selalu berbagi makanan saat di sel tahanan. Hmmm...kalau saja aku ingat nama teman ayahku itu dan tau keberadaannya, aku pasti akan mengucap terima kasih karena sudah berbuat baik pada ayahku dulu. Dan karena hal itu juga, aku jadi tau dan gak kampungan sama yang namanya lasagna, hahahahahaha......hhh... Ternyata.... kadang gak harus juga ya cari duit banyak2 cuma untuk memuaskan lidah. Terbukti, di dalam penjara itu ayahku malah banyak mengenal masakan Eropa. (tapi klo cari duit banyak siy teteeeppppp, itu kan cuma "terkadang gak harus", hehehe)."


~sweet memory, saat di bangku SD n SMP~

Selasa, 22 Maret 2011

Seorang Guru Ngaji


Seorang guru ngaji...mungkin harus menyerahkan segala kehormatannya kepada dunia. Ketika sebuah penghargaan dipertanyakan ? Ketika perut yang lapar tidak mampu lagi untuk menahannya ? atau.... ?

Beliau melepaskan anak-anak didiknya kepada guru ngaji yang lain, karena beliau kini harus “jaga warnet”!
Betapa sebuah profesi sebagai guru ngaji hanyalah prestise semu tanpa penghargaan yang nyata, karena,  menjaga warnet lebih masuk akal untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya.

Potensinya yang sangat besar untuk berdedikasi di dunia pendidikan harus berhenti. Tapi semoga saja ia memiliki ide lain yang lebih besar dan cerdik untuk menjadi seorang guru ngaji yang sangat berdaya.

Namun, saya tetap berharap...kepada lembaga2 yang berani menamakan dirinya Baitul Maal untuk lebih memperhatikan beberapa kasus yang mungkin mirip dengan sang guru ngaji ini. 

Ini adalah keadaan nyata yang saya dapat di keseharian hidup saya, walopun mungkin hanya ini yang mampu saya ceritakan dengan segala kekurangan saya sebagai penulis blog, ;)

Rabu, 22 September 2010

curhat sepotong,,,hihihi -Rabu, 22 September 2010-

Saking bingung pengen nulis apa neh. Tp, tetep maksa pengen nulis. hehehe...

Posisi neh, lg di Hotel Takashimaya - Lembang. Lagi ngobrol ngalor-ngidul sama temen2 kantor. Dari obrolan ttg body builder ampe cara mendapatkan bayi lelaki, hahaha... Padahal neh, hrsnya sy di sini membantu para panitia kegiatan. Tp,,,apa daya...obrolan dgn temen2 lebih menarik drpd bekerja, hahahahahaha... #gajibuta

Rabu, 12 Mei 2010

Bersyukur... (06 Mei 2010)

huaaa,,,rasanya udah lama banget gk corat-coret di blogku ini. Iya neh, akunya sibuk dengan rutinitas yg sesungguhnya semakin gak jelas, jd gk sempet nge-blog, hehehe.

Kelamaan libur gk nge-blog rasanya jd bingung lagi mau nulis apaan. Loh? Hihihi...

Hmm,,, kyknya aku bakalan cerita soal hari kamis minggu kemaren, deh. Ya, hari itu aku pulang dari kantor lebih awal, sekitar jam setengah satu siang. Rencananya aku akan ke sebuah tempat yg sayang sekali dirahasiakan tempat apakah itu.

Seperti biasa, aku mengendarai motorku menuju tempat rahasia itu. Namun, tak diduga dan tak diharapkan, motorku ditabrak dari belakang oleh motor tiger hitam yang berniat menyalip dengan ngebutnya. Dan yang kurang ajarnya, eh tu motor lari begitu aja. Padahal aku jatuh dari motor ampe dagu nyium aspal, tangan lecet, plus memar2 di badan! hufff....

Tetep bersyukur. Karena, ternyata banyak yang menolongku. Ada dua mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang membantuku bangun, dua Mahasiswa NHI yang memberiku minum plus memasangkan plester di daguku yang lecet, bapak Kumis (ntah siapa dia) yang membisikkanku untuk beristighfar dan satu lagi mahasiswi antah berantah yang terlihat ikutan panik gak jelas *hehehe.

Alhamdulillah,,,Allah masih memberikanku kesempatan untuk bersyukur. Walopun rasanya gondok banget ditabrak lari sama si motor tiger itu. Tapi, ternyata msh banyak orang2 yang peduli dengan sekelilingnya, yaitu mereka yang gak sengaja melewat dan melihatku kecelakaan di jalan menuju jalan Cipaganti Bandung itu.

Eeeeeh,,,rasa syukurku menjadi sangat tak terkira, krn harus diinget, banyak sekali yang peduli padaku. Adikku yang menjemputku di TKP. Bossku yang memberiku santunan kecelakaan, tengkyu pisan boss! Ibuku yang tentu saja sangat mengkhawatirkanku, juga teman2ku yang sibuk sms, chating n telp2an hanya untuk menanyakan keadaanku. Ya Allah... Betapa Luasnya NikmatMu. Alhamdulillah wa Syukurillah... ^v^

Nah, foto di bawah ini adalah hasil kecelakaan Kamis, 06 Mei 2010 kemarin. Ini bukan KDRT yaaa...hehehe

About Me

Foto saya
mmm...apa yah... pemalu tp malu2in penyendiri tp suka berteman pendiam tp bawel rada ketus tp penyayang... etc. :)